CHAT Via WhatsApp

artikel

diposkan pada : 25-12-2020 17:15:48

Wajah yang bersih dan berseri menjadi dambaan setiap orang. Tidak jarang orang mendambakan wajah dengan kulit putih bersih. Berbagai cara diupayakan mulai dari cara – cara alamiah seperti menghindari sinar matahari, menggunakan masker dari bahan – bahan alami, menggunakan produk kosmetik yang beredar di pasaran, hingga berkonsultasi dan melakukan perawatan dengan ahli kecantikan. 

Namun sebelum memilih produk perawatan atau kecantikan, sebaiknya kita memahami dahulu kandungan, terdaftar di BPOM, dan efek samping produk / treatment tersebut yang bisa terjadi. Ini disebabkan kulit daerah wajah adalah salah satu bagian kulit yang sangat sensitif sehingga mudah terjadi iritasi bila terpapar oleh zat yang tidak cocok.  Dan tentu saja kulit setiap orang berbeda-beda.

Beauty water merupakan cairan yang berbahan dasar air yang bertujuan untuk menghidrasi kulit sebelum tahapan perawatan kulit lainnya seperti serum, pelembab, ataupun make-up. Tingkat keasaman cairan ini dibuat semirip mungkin dengan keadaan kulit sehingga diharapkan dapat memberikan kelembaban alamiah bagi kulit sehingga bakteri akan enggan berkembang biak dan terhindar dari jerawat atau masalah kulit lainnya. Oleh karena berbahan dasar air, kemungkinan kulit mengalami iritasi akan lebih kecil.

Strong acid water merupakan jenis cairan yang mempunyai tingkat keasaman tinggi, lebih tinggi dibandingkan beauty water. Cairan ini mempunyai kegunaan untuk mengecilkan pori-pori dan mencegah jerawat karena bersifat astringent. 

Penggunaan kedua jenis cairan ini sebaiknya diperhatikan dengan baik. Sebelum pemakaian sebaiknya Anda memperhatikan kandungan yang tertera di kemasan produk. Jika murni yang digunakan adalah air, maka beauty water termasuk aman untuk digunakan kapanpun. Sedangkan pada strong acid water sebaiknya Anda lebih berhati-hati terutama saat menggosokkannya ke kulit wajah karena berpotensi mengiritasi kulit yang sensitif.

Dalam dunia medis, dikenal istilah purging, yakni  kondisi perburukan masalah kulit (biasanya jerawat) sebelum akhirnya menunjukkan perbaikan kondisi kulit yang bermakna. Hal ini biasa terjadi pada pengobatan jerawat yang menggunakan bahan seperti misalnya retinoid, AHA (alpha hydroxy acid), BHA (beta hydroxy acid) seperti asam glikolat, asam salisilat, dan sulfur. Jika pori-pori kulit tertutup, maka akan cenderung mengalami purging. Bahan-bahan ini bertujuan membuka pori-pori yang tertutup, membunuh bakteri penyebab jerawat, mengendalikan produksi minyak berlebih, menyingkirkan lapisan kulit mati, dan pada akhirnya mengobati jerawat. Dalam proses membuka pori-pori yang tertutup tersebut, cikal bakal jerawat pada akhirnya muncul ke permukaan lebih dulu sebagai akibat pengelupasan kulit; sehingga terkesan perburukan masalah kulit akan terjadi lebih dulu. Lamanya waktu purging biasa tergantung pada jenis kulit dan keparahan jerawat, dapat berlangsung sampai berminggu-minggu. Beberapa produk kulit atau kosmetik sering menyampaikan tentang hal ini. Apabila produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang disebutkan di atas, maka perburukan masalah kulit mungkin disebabkan oleh reaksi alergi atau iritasi terhadap kandungannya dan bukan karena purging

Membahas mengenai breakout , ini merupakan sebuah kondisi dimana kulit mengalami ketidakcocokan dengan suatu jenis bahan kosmetik atau kimia yang umumnya timbul sebagai kondisi jerawat, bisul, yang disertai dengan kulit kemerahan, nyeri, pembengkakan dan peradangan. Purging umumnya bertahan selama 3-4 minggu sesuai dengan siklus pertumbuhan kulit kita. Namun jika kondisi kulit Anda masih bermasalah > 4 minggu segera hentikan penggunaan kosmetik atau bahan kima Anda. Bila keluhan mereda atau menghilang setelah Anda menggentikan penggunaannya, maka dapat disimpulkan Anda memang tidak cocok dengan produk tersebut. Namun jika tidak kunjung hilang menghilang, Anda dianjurkan berkonsultasi dengan dokter atau dokter spesialis kulit dan kelamin untuk diperiksa kondisi kulit Anda sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat.

Berikut tips yang bisa berguna untuk mengurangi jerawat :

  • Hentikan penggunaan produk yang Anda curigai penyebab timbulnya jerawat
  • Gunakan sabun atau pembersih wajah ringan, serta air hangat untuk membersihkan area yang berjerawat. Sebaiknya hindari menggunakan air yang terlalu panas atau dingin karena bisa membuat jerawat makin parah.
  • Hindari terlalu sering mencuci area kulit yang berjerawat karena hal tersebut hanya akan memperparah iritasi, cukup cuci dua kali dalam sehari.
  • Atur rambut sebisa mungkin agar tidak mengenai wajah dan keramas rambut secara rutin agar selalu bersih.
  • Hindari mencoba menghilangkan jerawa dengan cara menekannya karena justru akan memperparah dan meninggalkan bekas luka.
  • Hindari memakai kosmetik atau rias wajah secara berlebihan. Sebaiknya gunakan produk kosmetik berbasis air yang tidak memiliki efek menghalangi pori-pori kulit.
  • Bersihkan seluruh rias wajah sebelum tidur

Terimakasih